Kabut Pagi


Kusibak kabut hati ini, dalam temaram buramnya. Dalam sepi dan heningnya pagi, dalam penat yang menghalangi laju detak ini, membuat perih mata dan memekakkan telinga. Rabbi, pagi ini ku berlari pada-MU, mencari tempat tuk sembunyikan diri dari tatap manusia dan membenamkan sujud pada-MU, sepagi ini.

Inilah kami duhai Rabbi, kubawa pada-MU perih diri dan tanya. Tentang kehidupan setelah mati, tentang pelipur lara kami, tentang janji dan pendamping-pendamping kami! tentang segala yang tak kami mengerti, dan segala yang kami usahakan untuk mengerti, dengan ilmu-MU! Terasa berat dan serak suara ku, ku teriakkan dalam hening, ku dekap dalam sujud panjang, agar tak ada yang dengar, agar hanya Engkau, hanya Engakau yang penuhi segala asa dan lara hati…

Maka sepagi ini kubenamkan tangis dalam-dalam pada-MU. Hanya pada-MU.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s