Amanah itu..?


“Berikanlah aku jabatan dalam memelihara hasil bumi, sesungguhnya aku ini adalah orang yang amanah dan berilmu”. (QS Yusuf : 55)

Saya ingat sekali, 20 Februari 2006 yang lalu adalah tanggal dimana saya datang ke kota ini, tanggal dimana saya terikat dengan sebuah lembaga pendidikan untuk patuh dalam sebuah perjanjian di surat keputusan bermatrai. Ya, lembar itu yang mengharuskan saya patuh dengan segala aturan di dalamnya. Ilmu yang menjadi alasan utama saya menyepakatinya, ya demi ilmu. Di dalamnya ada banyak aturan, baik IPK minimum, pengabdian, larangan menikah dalam masa pendidikan, dan lainnya. Sulit memang istiqamah dengan apa yang telah kita katakan. Namun saya tidak ingin menyia-nyiakan amanah ini karena untuk menentukan siapa orang yang berhak dan sanggup menerima suatu amanah itu Allah dan Rasulullah memberikan pedoman bahwa orang itu harus berkompeten [jadi saya termasuk orang yang dipilih, he he he… jadi GR]. Rasulullah SAW bersabda: “Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. Sahabat bertanya, “ Bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?”. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya” ”. (HR Bukhari dan Muslim). [Naudzubillah summa naudzubillah]. Walau mungkin tidak sebaik Rasulullah dalam memegang amanah, setidaknya saya mencoba menjaganya. Karena  Rasulullah adalah suri tauladan dalam membangun ahlak yang mulia, dan saya sedang mencoba membangunnya, 😀 insya Allah!

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanah itu kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58).

Namun amanah bukan sekedar menyampaikan pesan/amanah dari orang lain kepada diri kita atau orang lain, amanah lebih dari itu. Menepati janji itu amanah, jabatan adalah amanah, menjaga itu amanah, memelihara itu amanah, jujur itu amanah, melaksanakan ibadah adalah amanah, belajar, bekerja, memperoleh status atau belum memperoleh status(menikah/belum meikah) adalah amanah, dan banyak amanah-amanah lain yang sadar atau tidak sering kita sepelekan. Padahal bila kita tahu pertanggung jawabannya di sisi Allah Azza wa Jalla adalah sangat besar. Karena segala urusan kita di dunia kelak akan diminta pertanggung jawabannya. Setiap orang memiliki amanah sesuai dengan apa yang dibebankan kepadanya. Rasulullah bersabda: “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dalam memelihara harta tuannya dan ia akan ditanya pula tentang kepemimpinannya”. (HR Imam Bukhari).

Amanah adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah mengajarkan seorang muslim untuk saling mewasiati dan memohon bantuan kepada Allah SWT dalam menjaganya, bahkan ketika seseorang hendak bepergian sekalipun setiap saudaranya seharusnya mendoakannya : “Aku memohon kepada Allah SWT agar Ia terus menjaga agama engkau, amanah dan akhir amalan engkau”. (HR Imam Tirmidzi).

Wallahu a’llam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s