Kesetiaan


Saya membaca kisah yang menarik untuk dibagi dengan teman-teman sekalian. Kisah ini dari buku berjudul Membangun Ruh Baru oleh Musyaffa Abdurrahim Lc.  Tentang kesetian,… bukan hal yang melankolis tapi hal ini  bisa menjadi referensi agar kita memiliki hubungan yang kokoh/kuat(quwwa-tush-shilah) dengan pasangan/keluarga(xixixi… bukan promosi) dan Allah Swt tentunya.

Selamat membaca!

)|(

Hari itu Rasulullah saw kembali ke rumah dengan tidak seperti biasanya. Saat itu mukanya pucat, tubuhnya gemetar dan raut mukanya yang menyiratkan rasa ketakutan yang sangat dalam. Beliau baru saja mengalami satu peristiwa yang belum pernah beliau temui sebelumnya, yaitu turunnya wahyu Allah Swt untuk perama kali. Wahyu yang sekiranya diturunkan kepada gunung sekalipun, niscaya gunung itu akan tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah Swt.

Allah Swt berfirman:
Kau sekiranya Kami menurunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kemu akan meliharnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.“[Al Hasyr:21]

Melihat suaminya dalam keadaan seperti itu, Khadijah r.a. segera mengambil tindakan. Dia selimuti suaminya dan dia dekap erat-erat. Dan yang lebih penting dari semua itu, dia katakan dengan penuh keyakinan, ketulusan dan kejujuran:
Tidak, bergembiralah, maka demi Allah, Allah tidak akan menginakanmu selamnya, demi Allah, sungguh engkau telah menyambung persaudaraaan (silaturahim), benar dalam berbicara, memikul beban orang yang  kepayahan ,  membantu orang yang tidak mempu, menyuguhkan hidangan kepada tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah…“[Muttafaqun ‘alaih]

Inilah sembuah ucapan yang menunjukan sifat wafa’ yang luar biasa. Coba bayangkan, buakankah pernikahan antara Rauslullah saw. dengan Khadijah telah berjalan lima belas tahun! Meskipun yang keluar dari lisan Khadijah dengan fasih adalah ingatannya terhadap berbagai kebaikan Rasulullah saw., itu adalah pengakuan atas kebaikan dan jasa yang diingatkan oleh orang lain yang luar biasa. Mengapa pada saat-saat genting seperti itu yang diingat oleh Khadijah adalah kebaikan Rasulullah saw.?

Khadijah segera membawa Nabi Muhammad saw. untuk menemui pamannya, Waraqah bin Naufal. Dari pertemuan tersebut, Nabi Muhammad saw. semakin yakin, bahwa dirinya benar-benar telah dipilih oleh Allah Swt. untuk menjadi nabi dan rasul.

Bukan hanya itu, Khadijah adalah orang pertama yang menyatakan beriman kepada kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad saw.,  sembuah keimanan yang membuat hati Rasulullah saw. semakin kuat, tegar dan mantap.

Khadijah r.a. adalah seorang wanita yang membela Rasulullah saw. saat didustakan oleh kaumnya. Ia membela dengan kedudukannya, dengan hartanya, dan dengan segala yang dimilikinya. Pada pihak yang sebaliknya, Rasulullah saw. adalah seorang yang sangat wafa’ kepada istrinya.

Sepeninggal Khadijah r.a., Rasulullah saw. sering menyebut-nyebut Khadijah r.a. Bila menyembelih kambing atau semacamnya, beliau bersabda “Tolong antarkan ini kepada si fulanah dan yang ini kepada si fulanah.” Saat ditanyakan kepada beliau, kenapa harus mereka? Beliau menjawab, “Mereka adalah teman-teman Khadijah.

Terkait dengan hal ini, ummul mukminin ‘Aisyah r.a. menceritakan:
“Dari ‘Aisyah r.a. ia berkata, ‘Saya tidak cemburu kepada seseorang dari pada istri Nabi saw. seperti cemburuku kepada Khadijah r.a., padahal saya belum pernah melihatnya sama sekali.’ Nabi saw. sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau saw. menyembelih seekor kambing, lalu memotong-motongnya menjadi beberapa potong, kemudian mengirimkannya kepada teman-teman Khadijah r.a. Maka terkadang saya berkata kepada Nabi saw.,’Seakan di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah r.a.’ Beliau saw. menjawab, ‘Sesungguhnya Khadijah r.a. dulu begini dan begini, dan darinya saya mendapatkan anak’“[Muttafaqun ‘alaih]

Pada suatu hari datang kepada Rasulullah saw. seorang wanita yang bernama Halah. Ia adalah saudari Khadijah. Suaranya, postur tubuhnya dan beberapa hal lainnya mirip dengan Khadijah. Begitu Rasulullah saw. mendengar salam Halah, beliau langsung terperanjat. Mengetahui yang datang adalah Halah, beliau bersabda,”Allahuma, Hallah” (Ya Allah, ternyata Halah). [Muttafaqun ‘alaih]

Sungguh, sebuah sikap wafa’ Rasulullah saw. yang membuat Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a. cemburu berat Sampai-sampai pada suatu waktu ‘Aisyah berkata, “Apa yang bisa aku perbuat dengan wanita yang sudah tua renta, yang Allah Swt. telah menggantikannya dengan yang lebih baik darinya

Maka Rasulullah saw. menjawab, “Demi Allah, Dia belum memberikan ganti untukku dengan yang lebgih baik darinya…” [H.R. Bukhari]

Sikap kesetiaan yang luar biasa, yang membuat kita bertanya-tanya, “Adakah Rasulullah saw. mengambil hati seseorang yang telah meninggal dunia dan menyebabkan yang masih hidup marah-marah kepadanya?

Tentang hal ini ada baiknya kita simak penuturan seorang Nasrani, DR. Fahmi Lucas, yang mengakui sifat keteladanan Nabi saw.:

“‘Aisyah r.a. seorang istri yang masih muda, mempunyai kedudukan terpandang tersendiri di hati suaminya, tidak berani lagi menyinggung-nyinggung Khadijah r.a. setelah kejadian itu.

Yang membuat Muhammad saw. berbuat seperti itu adalah kesetiaan yang begitu indah yang memberikannya kepada Khadijah r.a.. Kesetiaan yang menjadi pusat keteladanan bagi seluruh suami dan istri. Adakah Muhammad saw. mencari hari dari seorang wanita yang telah meninggal dengan resiko dimarahi oleh istrinya yang masih hidup bersamanya?

Apa kata yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kesetiaan yang penuh mukjizat ini, sementara dunia penuh oleh penyelewengan, perselingkuhan, lupa dan penghianatan?

Dari “Membangun Ruh Baru”, dikarang  oleh Musyaffa Abdurrahim Lc., penerbit Harakatuna Publishing, Bandung

Advertisements

One thought on “Kesetiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s