SOA Tanpa “P” tanpa “K”


SOA (service oriented architecture, arsitektur berorientasi layanan) adalah suatu gaya arsitektur sistem yang membuat dan menggunakan proses bisnis dalam bentuk paket layanan sepanjang siklus hidupnya(wiki).

SOA membagi fungsi-fungsi menjadi unit-unit yang berbeda (layanan), yang dapat didistribusikan melalui suatu jaringan dan dikombinasikan serta digunakan ulang untuk membentuk aplikasi bisnis. Layanan-layanan ini saling berkomunikasi dengan mempertukarkan data antar mereka atau dengan mengkoordinasikan aktivitas antara dua atau lebih layanan. Konsep SOA sering dianggap didasari atau berkembang dari konsep-konsep yang lebih lama dari komputasi terdistribusi dan pemrograman modular

SOA adalah model arsitektur sedangkan Web Service adalah teknologi yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan SOA. Teknologi webservice terdiri dari beberapa standar yang telah dipublikasikan seperti SOAP dan WDSL. Aplikasinya biasanya terdistribusi dalam konsep N-tier dengan berbagai layer.untitled

Layer-layer tersebut adalah:

  • Operational system
    meliputi sistem operasional yang telah ada disuatu perusahaan yang membantu aktifitas bisnis. Sistem operasional terdiri atas semua aplikasi buatan, system yang ada, system transaction-processing, serta database.
  • Service Componen layerKomponen di layer ini disesuaikan dengan contract yang didefinisi oleh service yang ada di layer services. konsumer tidak menyadari service component, yang menenkapsulasi compleksitas dalam implementasi. keuntungan dari komponen facade ini adalah fleksibilitas terhadap perubahan system operasional tanpa merubah service definition.
  • Services Layer
    Dalam layer ini meliputi semua services yang di definisi. definisi dari setiap service, seperti informasi syntatic dan semantic dijelaskan di layer ini. sedangkan informasi syntactic adalah dasar dari seluruh operasi dari service, seperti input output pesan, dan definisi dari kesalahan service, sedangkan informasi semantic adalah dasar dari polis service, seperti service management desicions, service access requirements, dan sebagainya.
  • Bussiness Process Layer
    Bisnis proses menjelaskan bagaimana sebuah bisnis berjalan. proses bisnis dalam representasi IT tentang bermacam-macam aktifitas yang terkoordinasi dan terkolaborasi di dalam enterprise untuk membentuk suatu fungsi bisnis tingkat tinggi yang spesifik. layer ini mewakili proses seperti orchestration atau composition of loosely coupled services. layer ini juga bertanggung jawab atas semua managemen lifecycle dari proses beserta dengan orchestration dan choreography.
  • Consumer Layer
    Layer ini menggambarkan berbagai saluran dimana fungsi-fungsi IT disalurkan.saluran tersebut dapat berupa tipe user yang berbeda beda seperti contohnya, komsumer external dan internal yang mengakses kemampuan aplikasi melalui mekanisme pengaksesan seperti B2B system, portals, rich clients, dan bentuk lainnya.

SOA secara umum terbangun berdasarkan beberapa karakteristik:

  1. Berdasarkan layanan yang siap untuk diintegrasikan,
  2. Memiliki standar
  3. tersedia dalam berbagai platform
  4. Menyediakan layanan yang dapat dengan mudah memperkaya fungsi layanan itu,
  5. disusun dan didiapkan dalam struktur kontrak yang jelas yang dapat merinci gungsi-fungsi yang ditawarkan pada waktu bersamaan dan memiliki jaminan bahwa layanan tersebut dapat direplikasi.

Pengemasan beberapa bagian arsitektur aplikasi sebagai service  merupakan arsitektur utama SOA, maka kita kenal dengan layanan khusus pendukung SOA dengan istilah web services. Web services merupakan kumpulan layanan yang disediakan melalui jaringan berbasis web dengan standar yang telah ditetapkan mampu menunjang interoperabilitas. Iteroperabilitas maksudnya adalah layanan yang disediakan dapat dioperasikan oleh berbagai standard dan platform yang berbeda.

5 dasar standar web services:

  1. XML (Extensible Markup Language)
    XML adalah format data standar yang digunakan dalam proses pertukaran data.
  2. HTTP(S) / Hypertext Transfer Protocol(Secure)
    merupakan protokol pertukaran data berbasis teks yang saat ini telah menjadi protokol standar penganksesan internet melalui browser dan media lainnya.
  3. WSDL / Web Services Definition Language
    Merupakan standar web service yang menyediakan aturan fungsi dan object.
  4. SOAP / Simpel Object Application Protocol
    Yaitu protocol yang mengemas fungsi dan object pada saat proses pertukaran data.
  5. UDDI / Universal Description Discovery and Integration
    yaitu penampung registry webservices yang telah dikembangkan agar dapat diakses dand diintegrasikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s