1st Assignment


Soal:

Ali mempunyai banyak sekali uang logam. Uang logam tersebut hanya terdiri dari 2 macam nilai satuan yaitu : 5, dan 3 sen. Ali mau mengambil beberapa keping uang logam tersebut senilai minimal 8 sen dan maksimal 100 sen.  Anda diminta membantu Ali untuk menentukan keping uang apa dan berapa keping jumlahnya untuk memenuhi nilai yang akan diambil Ali, dengan ketentuan mendahulukan mengambil keping dengan nilai tertinggi agar didapat jumlah keping yang paling sedikit.Untuk itu Anda diminta membuat algoritma yang menginputkan sebuah nilai integer yang menyatakan nilai  uang yang akan diambil Ali,  kemudian cetak berapa keping uang logam bernilai 5 sen, dan berapa keping yang bernilai 3 sen, agar terpenuhi jumlah nilai yang akan diambil Ali. Bila nilai yang diinput kurang dari 8, atau lebih dari 100, maka cetak perkataan “DATA SALAH” dan proses dihentikan.

Nilai inputan berasal dari 2digit nim terakhir, jika nilai dari 2 digit nim terakhir bukan merupakan angka nol dan <=8 maka, angka tersebut harus ditambah dengan 8. Jika 2digit terakhir merupakan angka nol maka ditambah dengan 8+digit ke 3 atau 4 dari belakang yang memiliki nilai selain nol.

Contoh:

1312502103 => maka nilai uangnya adalah 03+8=11

1212503000=> maka nilai uangnya adalah 00+8+3=11

Kesuksesan yang Menyublim


imagesKebanyak dari kita mengganggap keuntungan berlipat ganda serta melimpahnya harta kekayaan, aset dan banyaknya cabang yang berkembang menjadi standar kesuksesan. Bahkan sering kali masuk kedalam nominasi terkaya atau terpopuler setingkat kecamatan atau bahkan internasiobal menjadi acuan dan tolak ukur kesuksesan.

Lebih jauh jika kita renungkan dan mengalihkan dalam pandangan syari’at islam, tentunya sukses bukan sebagaimana yang kita definisikan diatas, melainkan kita harus benar-benar menikmati kesuksesan tersebut(maksudnya tidak sibuk/diperbudak oleh kriteria diatas). Betapa banyak orang yang sesuai dengan kriteria (sukses) namun hatinya ternyata gersang karena tak pernah menikmati kesuksesannya sehingga terasa pahit, getir dalam derita kemudian berakhir dengan tragis, naudzubillah. Sebagaimana yang Alloh ceritakan dalam Al-Qur’an mengenai umat-umat sebelum kita yang sedemikian Alloh karuniai kelimpahan rizki, keilmuan yang tinggi dan kemudahan urusan dunia namun ternyata semua hancur dengan kekuatan dan kekuasaan Alloh, “jadi, maka terjadilah”.

“Apakah mereka tidak memperhatikan …” (QS Muhammad [47]: 24)

“… Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”” (QS Al-An’am [6]: 50)

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS Al-Jatsiyah [45]: 13)

Bagi Alloh begitu mudahnya menjadikan yang ada menjadi tidak ada, begitu pula sebaliknya, maasya Alloh la quwata ila billah. Sebagaimana kita mendapati kapur barus (kamper) dengan wanginya yang menyengat, yang  kemudian menyublim oleh kekuasaan Alloh melalui angin, fuuuuh… hancur, kemudian hilang.